Pages

Tampilkan postingan dengan label Tips Belajar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips Belajar. Tampilkan semua postingan

Cara Asyik Belajar Bahasa Inggris

belajar bahasa inggris by Lump Of Hesitation
belajar bahasa inggris by Lump Of Hesitation
I Reading a lot of interesting tweets in english, too bad i don’t understand english!! aargh *ngumpulin duit buat les bhs inggris*
Itu status Anang Pradipta di facebook. Respon pertama saya: “Ha? ELO? Nggak paham bahasa Inggris?! Hard to believe!
Dia lantas mengakui, bahasa Inggrisnya dulu oke banget. Tapi lantaran jarang digunakan, sontak luluh lantak.
Penguasaan bahasa asing memang soal kebiasaan. Bagi kita yang tinggal di negara ESL (English as Second Language), membiasakan diri berbahasa Inggris bukan perkara gampang. Kan tidak semua orang tinggal di dekat Jalan Jaksa!
Sebetulnya cara paling cepat menguasai bahasa asing adalah dengan tinggal di negara aslinya. Tapi untuk itu butuh paspor, visa, rekening gendut, dan dengkul (lutut) sekuat Gatot Kaca. Jadi kita coret saja cara ini. Yuk, kita pakai cara asyik belajar bahasa Inggris… cara Dian Ara!
Nonton Film
Saat nonton film, dengarkan dan perhatikan tiap kalimat (pola maupun kosakata), lalu secepat kilat geser mata ke teks terjemahan. Sesuaikan jenis film dengan apa yang Anda ingin pelajari.
Untuk belajar grammar, tonton film-film Inggris. English Patient dan Pride and Prejudice sangat saya rekomendasikan, tapi siapkan cukup waktu dan energi agar tidak ketiduran. Bila suka yang lebih ringan, coba Love Actually. Atau yang musikal, Around the World in 80 Days (versi pemenang Oscar, bukan remake memalukan yang dibintangi Jackie Chan).
Untuk belajar komunikasi sehari-hari, tonton film-film Amrik. Tersedia Curious Case of Benjamin Button untuk pecinta drama, Saw dan Hostel untuk penggemar gory, atau Knocked Up untuk penggila komedi. Ada pula “advanced class”, seperti Fight Club, V for Vendetta, dan Watchmen.
Untuk belajar rude slang, tonton film-film tentang gangster (Snatch, juga versi aslinya: Lock, Stock and Two Smoking Barrels, lalu tentu saja Cicade de Deus dan Pulp Fiction) dan perampokan (Italian Job, Ocean’s Eleven). Sementara highschool-college slang bisa dipelajari dari Juno dan American Pie. Dan demi kesegaran mata, boleh juga “This is Spartaaa…”, hehehe…
Setelah itu,
Baca 2 Versi Buku
Pertama, baca versi asli buku berbahasa Inggris. Kalaupun banyak kosakata yang Anda belum kenali, cuek saja. Minimal otak bakal ingat. Setelah tuntas, baca versi terjemahan. Sekaligus untuk mempelajari arti kosakata yang aneh-aneh tadi.
Oke, ini lebih time-consuming. Tapi beginilah cara saya belajar. Lebih menyenangkan ketimbang kursus dan lebih murah ketimbang kuliah Sastra Inggris.
Tidak terlalu suka baca buku?
Baca Graphic Novel
Banyak graphic novel yang sudah diterjemahkan kok. Saya rekomendasikan Persepolis, Watchmen, A History of Violence, atau Bone.
Cara lain yang tak kalah asyiknya,
Update Status
Di setiap attention whore nirvana (twitter, plurk, facebook, dll) yang Anda ikuti, update status dalam bahasa Inggris. Akan ada saja orang yang kelewat iseng untuk memperbaiki kalimat Anda.
Dan terakhir,
Berpikir dalam Bahasa Inggris
Saya sering melakukannya, dan sangat membantu lho.
Jangan Malu, Jangan Takut!
Bahasa itu, mengutip Djenar Maesa Ayu, cuma alat komunikasi. Yang penting komunikan paham, bodo amat biarpun bahasa Inggris Anda belepotan. Toh, bahasa Indonlish (Indonesian English) jauh lebih oke ketimbang Singlish (Singaporean English), Inglish (Indian English), apalagi Malinglish (Malingsian English). Masih bisa dipahami. Perhatikan status Anang di awal tulisan ini. Ada minimal 1 kesalahan tense dan 3 kesalahan ejaan, tapi Anda paham maksudnya kan? Jadi jangan malu, jangan takut. Speak English, write English. Nantinya pasti terbiasa, lalu jago.

Bagaimana Cara Menciptakan Kamar Tidur Anak yang Berkarakter

Kamar tidur anak menjadi penting mengingat  anak akan banyak menghabiskan waktunya belajar, melewati masa tumbuh kembangnya dalam kamar tidurnya. Kamar ini dapat lebih menarik jika disesuaikan dengan karakter si anak.
Kasus berikut ini adalah contoh kamar tidur anak laki-laki usia 13 tahun, yang senang bermain alat musik drum, banyak menghabiskan waktunya membaca, dan bekerja melalui laptop-nya. Tampilan kamar tidur ini akan diubah agar terasa lebih menyatu dengan kepribadian sang anak dan juga terasa lebih lega.
Langkah sederhananya adalah sebagai berikut:
1. Tanyakan apa saja barang yang masih akan digunakan. Sebisa mungkin, barang-barang tersebut tetap diwadahi karena itu adalah bagian dari “hidup” sang anak yang ingin selalu dekat dengan dirinya.
2. Ambillah beberapa majalah anak. Tengok situs Web yang sering dia kunjungi. Lihat akun Facebook atau Twitter miliknya. Lihat juga koleksi CD musik atau film yang disukainya. Tujuannya untuk mengetahui gaya hidup anak. Dan sini baru kita bisa mulai menetapkan gaya kamar tidur yang paling nyaman untuk anak tersebut.
3. Langkah selanjutnya adalah membuat konsep pengembangan ruang secara vertikal. Kita dapat memanfaatkan ketinggian sekitar 1,2 m dari plafon untuk aktivitas bagian atas, sehingga ruang ini akan memiliki dua aktivitas atau double simultaneous activities dalam sebuah ruang.
4. Ruang bagian atas dapat dimanfaatkan untuk aktivitas yang lebih privat. Di sana bisa  diletakkan ranjang, tempat untuk membaca santai, atau mendengarkan musik.
5. Ruang bagian bawah bisa dimanfaatkan untuk kegiatan yang jauh lebih aktif. Fungsi belajar, bermain musik, bisa diletakkan di sini. Menonton TV bisa ditempatkan di atas atau bawah tergantung seberapa aktif si anak memanfaatkan TV-nya.
6. Ruang tangga biasanya adalah ruang terbuang. Di kamar tidur ini, anak tangga bisa dimanfaatkan sekaligus sebagai tempat menyimpan barangbarang, seperti CD, kamera, buku-buku, dan lain-lain.
7. Terakhir, adalah membuat finishing tampilan kamar tidur anak ini. Kita bisa menggunakan gambar-gambar tokoh idola sang anak sebagai ornamen tempel pada pintu lemari. Untuk warna ruang, ambillah dari warna-warna yang dia sukai. Anda tidak harus mengikuti secara kaku teori warna untuk kamar tidur mungil, sepanjang itu nyaman bagi anak dan membuat dia tetap produktif.

Sumber: http://semangatbelajar.com

Mengenal Cara Belajar Individu

Setiap individu adalah unik. Artinya setiap individu memiliki perbedaan antara yang satu dengan yang lain. Perbedaan tersebut bermacam-macam, mulai dari perbedaan fisik, pola berpikir dan cara-cara merespon atau mempelajari hal-hal baru. Dalam hal belajar, masing-masing individu memiliki kelebihan dan kekurangan dalam menyerap pelajaran yang diberikan. Oleh karena itu dalam dunia pendidikan dikenal berbagai metode untuk dapat memenuhi tuntutan perbedaan individu tersebut. Di negara-negara maju sistem pendidikan bahkan dibuat sedemikian rupa sehingga individu dapat dengan bebas memilih pola pendidikan yang sesuai dengan karakteristik dirinya.

Di Indonesia seringkali kita mendengar keluhan dari orangtua yang merasa sudah melakukan berbagai cara untuk membuat anaknya menjadi "pintar". Orangtua berlomba-lomba menyekolahkan anak-anaknya ke sekolah-sekolah terbaik. Selain itu anak diikutkan dalam berbagai kursus maupun les privat yang terkadang menyita habis waktu yang seharusnya bisa dipergunakan anak atau remaja untuk bermain atau bersosialisasi dengan teman-teman sebayanya. Namun demikian usaha-usaha tersebut seringkali tidak membuahkan hasil seperti yang diharapkan, bahkan ada yang justru menimbulkan masalah bagi anak dan remaja.

Apa sebenarnya yang terjadi? Mengapa anak-anak tersebut tidak kunjung-kunjung pintar? Salah satu faktor yang dapat menjadi penyebabnya adalah ketidaksesuaian cara belajar yang dimiliki oleh sang anak dengan metode belajar yang diterapkan dalam pendidikan yang dijalaninya termasuk kursus atau les privat. Cara belajar yang dimaksudkan disini adalah kombinasi dari bagaimana individu menyerap, lalu mengatur dan mengelola informasi.

Otak Sebagai Pusat Belajar

Otak manusia adalah kumpulan massa protoplasma yang paling kompleks yang ada di alam semesta. Satu-satunya organ yang dapat mempelajari dirinya sendiri dan jika dirawat dengan baik dalam lingkungan yang menimbulkan rangsangan yang memadai, otak dapat berfungsi secara aktif dan reaktif selama lebih dari seratus tahun. Otak inilah yang menjadi pusat belajar sehingga harus dijaga dengan baik sampai seumur hidup agar terhindar dari kerusakan.

Menurut MacLean, otak manusia memiliki tiga bagian dasar yang seluruhnya dikenal sebagai triune brain/three in one brain (dalam DePorter & Hernacki, 2001). Bagian pertama adalah batang otak, bagian kedua sistem limbik dan yang ketiga adalah neokorteks.

Batang otak memiliki kesamaan struktur dengan otak reptil, bagian otak ini bertanggungjawab atas fungsi-fungsi motorik-sensorik-pengetahuan fisik yang berasal dari panca indra. Perilaku yang dikembangkan bagian ini adalah perilaku untuk mempertahankan hidup, dorongan untuk mempertahankan spesies.

Disekeliling batang otak terdapat sistem limbik yang sangat kompleks dan luas. Sistem ini berada di bagian tengah otak manusia. Fungsinya bersifat emosional dan kognitif yaitu menyimpan perasaan, pengalaman yang menyenangkan, memori dan kemampuan belajar. Selain itu sistem ini mengatur bioritme tubuh seperti pola tidur, lapar, haus, tekanan darah, jantung, gairah seksual, temperatur, kimia tubuh, metabolisme dan sistem kekebalan. Sistem limbik adalah panel kontrol dalam penggunaan informasi dari indra penglihatan, pendengaran, sensasi tubuh, perabaan, penciuman sebagai input yang kemudian informasi ini disampaikan ke pemikir dalam otak yaitu neokorteks.

Neokorteks terbungkus di sekitar sisi sistem limbik, yang merupkan 80% dari seluruh materi otak. Bagian ini merupakan tempat bersemayamnya pusat kecerdasan manusia. Bagian inilah yang mengatur pesan-pesan yang diterima melalui penglihatan, pendengaran dan sensasi tubuh manusia. Proses yang berasal dari pengaturan ini adalah penalaran, berpikir intelektual, pembuatan keputusan, perilaku normal, bahasa, kendali motorik sadar, dan gagasan non verbal. Dalam neokorteks ini pula kecerdasan yang lebih tinggi berada, diantaranya adalah : kecerdasan linguistik, matematika, spasial/visual, kinestetik/perasa, musikal, interpersonal, intrapersonal dan intuisi.

Karakteristik Cara Belajar

Berdasarkan kemampuan yang dimiliki otak dalam menyerap, mengelola dan menyampaikan informasi, maka cara belajar individu dapat dibagi dalam 3 (tiga) kategori. Ketiga kategori tersebut adalah cara belajar visual, auditorial dan kinestetik yang ditandai dengan ciri-ciri perilaku tertentu. Pengkategorian ini tidak berarti bahwa individu hanya yang memiliki salah satu karakteristik cara belajar tertentu sehingga tidak memiliki karakteristik cara belajar yang lain. Pengkategorian ini hanya merupakan pedoman bahwa individu memiliki salah satu karakteristik yang paling menonjol sehingga jika ia mendapatkan rangsangan yang sesuai dalam belajar maka akan memudahkannya untuk menyerap pelajaran. Dengan kata lain jika sang individu menemukan metode belajar yang sesuai dengan karakteristik cara belajar dirinya maka akan cepat ia menjadi "pintar" sehingga kursus-kursus atau pun les private secara intensif mungkin tidak diperlukan lagi.

Adapun ciri-ciri perilaku individu dengan karakteristik cara belajar seperti disebutkan diatas, menurut DePorter & Hernacki (2001), adalah sebagai berikut:

1.Karakteristik Perilaku Individu dengan Cara Belajar Visual

Individu yang memiliki kemampuan belajar visual yang baik ditandai dengan ciri-ciri perilaku sebagai berikut:
* rapi dan teratur
* berbicara dengan cepat
* mampu membuat rencana jangka pendek dengan baik
* teliti dan rinci
* mementingkan penampilan
* lebih mudah mengingat apa yang dilihat daripada apa yang didengar
* mengingat sesuatu berdasarkan asosiasi visual
* memiliki kemampuan mengeja huruf dengan sangat baik
* biasanya tidak mudah terganggu oleh keributan atau suara berisik ketika sedang belajar
* sulit menerima instruksi verbal (oleh karena itu seringkali ia minta instruksi secara tertulis)
* merupakan pembaca yang cepat dan tekun
* lebih suka membaca daripada dibacakan
* dalam memberikan respon terhadap segala sesuatu, ia selalu bersikap waspada, membutuhkan penjelasan menyeluruh tentang tujuan dan berbagai hal lain yang berkaitan.
* jika sedang berbicara di telpon ia suka membuat coretan-coretan tanpa arti selama berbicara
* lupa menyampaikan pesan verbal kepada orang lain
* sering menjawab pertanyaan dengan jawaban singkat "ya" atau "tidak'
* lebih suka mendemonstrasikan sesuatu daripada berpidato/berceramah
* lebih tertarik pada bidang seni (lukis, pahat, gambar) daripada musik
* seringkali tahu apa yang harus dikatakan, tetapi tidak pandai menuliskan dalam kata-kata

2. Karakteristik Perilaku Individu dengan Cara Belajar Auditorial

Individu yang memiliki kemampuan belajar auditorial yang baik ditandai dengan ciri-ciri perilaku sebagai berikut:
* sering berbicara sendiri ketika sedang bekerja
* mudah terganggu oleh keributan atau suara berisik
* lebih senang mendengarkan (dibacakan) daripada membaca
* jika membaca maka lebih senang membaca dengan suara keras
* dapat mengulangi atau menirukan nada, irama dan warna suara
* mengalami kesulitan untuk menuliskan sesuatu, tetapi sangat pandai dalam bercerita
* berbicara dalam irama yang terpola dengan baik
* berbicara dengan sangat fasih
* lebih menyukai seni musik dibandingkan seni yang lainnya
* belajar dengan mendengarkan dan mengingat apa yang didiskusikan daripada apa yang dilihat
* senang berbicara, berdiskusi dan menjelaskan sesuatu secara panjang lebar
* mengalami kesulitan jika harus dihadapkan pada tugas-tugas yang berhubungan dengan visualisasi
* lebih pandai mengeja atau mengucapkan kata-kata dengan keras daripada menuliskannya
* lebih suka humor atau gurauan lisan daripada membaca buku humor/komik

3.Karakteristik Perilaku Individu dengan Cara Belajar Kinestetik

Individu yang memiliki kemampuan belajar kinestetik yang baik ditandai dengan ciri-ciri perilaku sebagai berikut:
* berbicara dengan perlahan
* menanggapi perhatian fisik
* menyentuh orang lain untuk mendapatkan perhatian mereka
* berdiri dekat ketika sedang berbicara dengan orang lain
* banyak gerak fisik
* memiliki perkembangan otot yang baik
* belajar melalui praktek langsung atau manipulasi
* menghafalkan sesuatu dengan cara berjalan atau melihat langsung
* menggunakan jari untuk menunjuk kata yang dibaca ketika sedang membaca
* banyak menggunakan bahasa tubuh (non verbal)
* tidak dapat duduk diam di suatu tempat untuk waktu yang lama
* sulit membaca peta kecuali ia memang pernah ke tempat tersebut
* menggunakan kata-kata yang mengandung aksi
* pada umumnya tulisannya jelek
* menyukai kegiatan atau permainan yang menyibukkan (secara fisik)
* ingin melakukan segala sesuatu

Dengan mempertimbangkan dan melihat cara belajar apa yang paling menonjol dari diri seseorang maka orangtua atau individu yang bersangkutan (yang sudah memiliki pemahaman yang cukup tentang karakter cara belajar dirinya) diharapkan dapat bertindak secara arif dan bijaksana dalam memilih metode belajar yang sesuai. Bagi para remaja yang mengalami kesulitan belajar, cobalah untuk mulai merenungkan dan mengingat-ingat kembali apa karakteristik belajar anda yang paling efektif. Setelah itu cobalah untuk membuat rencana atau persiapan yang merupakan kiat belajar anda sehingga dapat mendukung agar kemampuan tersebut dapat terus dikembangkan. Salah satu cara yang bisa digunakan adalah dengan memanfaat berbagai media pendidikan seperti tape recorder, video, gambar, dll. Selamat mencoba.

Cara Belajar Berdasarkan Cara Penerimaan Informasi

Memang cara belajar ini merupakan kecenderungan yang sangat individual, namun dapat diklasifikasikan menjadi tiga kelompok besar yaitu : visual, auditori dan kinestetik. di bawah ini diberikan beberapa strategi yang dapat diterapkan untuk masing – masing cara belajar tersebut.

Strategi Untuk Cara Belajar Visual
  • Ciptakan memori visual dari bahan – bahan yang ada dengan menandai gagasan – gagasan penting (termasuk persamaan matematika) dengan warna berbeda.
  • Sediakan waktu untuk memvisualkan gambar, grafik dan informasi tercetak.
  • Ciptakan “film dalam pikiran kita” mengenai bahan yang kita pelajari, bayangkan kita menggunakan memori visual seperti pemetaan visual, hierarki dan grafik perbandingan untuk menggambarkan bahan yang kita pelajari.
  • Perkuat cattan kita atau alat bantu belajar kita dengan memberi warna dan gambar.
  • Bila kita termasuk orang yang mudah mengingat tulisan sendiri, buatlah catatan sendiri. Latihlah untuk memvisualisasikan apa yang kita tulis.
  • Selalu siap dengan pulpen dan kertas catatan untuk mencatat.
Strategi Untuk Cara Belajar Auditori
  • Berbicaralah yang keras untuk menerangkan informasi baru, menyatakan pendapat atau menyatakan kembali suatu pernyataan pada saat kita belajar.
  • Lakukan pengulangan dengan berbicara keras dengan cukups erring. Buatlah kalimat lengkap dengan kata – kata sendiri.
  • Bacalah dengan suara keras.
  • Bentuklah kelompok belajar, sehingga kita dapat bertanya, dan berlatih menjawab pertanyaan yang berarti menyampaikan pemahaman kita secara lisan.
  • Bila mengikuti kuliah, fokuslah untuk memperhatikan dosen.
  • Terangkan secara lisan apa yang kita pelajari kepada seorang yang imajiner. Penjelasan lisan ini merupakan umpan balik terhadap tingkat pemahaman kita.
  • Ciptakan nada – nada lagu untuk mengingat informasi tertentu.
Strategi Untuk Cara Belajar Kinestetik
  • Bila kita belajar tentang suatu benda atau mesin, pergilah ke laboratorium dan pelajari dengan seksama sambil secara fisik kita pegang.
  • Gunakan computer untuk mengetikkan informasi yang kita pelajari, karena pada waktu mengetik kita menggunaka keterampilan motorik halus dan memori otot.
  • Bila kita sedang mengulang informasi, katakana dengan keras sambil berjalan. Bagi sebagian orang berjalan dengan bahan belajar di tangan akan membantu memproses informasi.
Gunakan kertas ukuran lebar (bila mungkin poster) untuk menggambar grafik, hierarki dan lain – lain.
sumber : Strategi Sukses Di Kampus, oleh Dr. Ichsan S. Putra. Ariyanti Pratiwi, S.Si.
Peta Belajar Sukses
 



Sumber: http://semangatbelajar.com/cara-belajar-berdasarkan-cara-penerimaan-informasi/

Cara Membaca yang Menyenangkan

Membaca berasal dari kata dasar baca yang artinya memahami arti tulisan. Membaca adalah salah satu proses yang sangat penting untuk mendapatkan ilmu dan pengetahuan. Tanpa bisa membaca, manusia dapat dikatakan tidak bias hidup dizaman sekarang ini. Sebab hidup manusia sangat bergantung pada ilmu pengetahuan yang dimilikinya. Dan untuk mendapatkan ilmu itu, salah satunya dengan cara membaca.
Dizaman sekarang ini, nampaknya sebagian besar pelajar kurang memiliki minat membaca, terutamamembaca buku pelajaran. Ini diakibatkan oleh karena sebagian pelajar tidak memiliki metode dalam membaca, sehingga pada saat membaca timbul rasa malas, bosan, dan mengantuk. Simak deh tip-tip dibawah ini supaya tercipta suasana membaca yang menyenangkan.

Persiapan sebelum membaca

Pilihlah waktu yang menurut kita sesuai untuk membaca. Waktu yang sesuai disini adalah waktu dimana tidak terdapat gangguan, baik dari luar maupun dari diri kita. Waktu yang sesuai disini hanya kita sendiri yang tahu kapan. Namun, sebagian besar orang percaya bahwa waktu yang baik untuk membaca, khususnya buku pelajaran, adalah dipagi hari.
Pilihlah tempat dan suasana yang sesuai untuk membaca, yaitu tempat yang terang, sejuk, bersih, nyaman, tenang dan rapih menurut kita sendiri.
Pastikan posisi membaca kita adalah posisi yang benar. Posisi yang benar pada waktu membaca adalah duduk dengan posisi badan tegak, tidak bungkuk, dan pastikan jarak antara buku dengan mata kita kurang lebih 30 cm.
Siapkan juga hal-hal yang biasanya membantu kita dalam membaca, seperti pensil atau spidol
Ada baiknya sebelum belajar kita berdo’a terlebih dahulu sesuai dengan kepercayaan masing-masing supaya ilmu yang kita dapat bermanfaat.

Berbagai jenis membaca

Terdapat tiga cara umum membaca didalam kehidupan sehari-hari dilihat dari apa tujuan proses membaca tersebut.
Membaca sebagai hiburan tanpa perlu memeras otak terlalu keras. Bacaan yang mengandung unsure hiburan disini contohnya novel, cerpen, komik, majalah ringan, dll.
Membaca untuk memperoleh ilmu pengetahuan yang tujuannya adalah mencari dan memahami ilmu yang terkandung dalam bacaan tersebut.
Membaca kritis. Membaca disini sama dengan membaca untuk mencari ilmu. Namu membaca disini diikuti oleh proses menelaah isi bacaan tersebut, missal dengan pertanyaan-pertanyaan apa itu ?, mengapa bias terjadi ?, oleh siapa ?, kapan ?, dimana ? dan bagaimana itu bias terjadi ? Dalam membaca kritis, kita membuat bacaan sebagai lawan yang harus dikalahkan dengan cara mengetahui dan memahami seluruh isinya.
Mengenai isi tersebut. Tertarik dengan membaca kritis ? Simak deh aturan main dalam membaca kritis dibawah ini :
Melakukan survey isi buku. Langkah awal yang harus kita lakukan adalah membaca terlebih dahulu bahan bacaan secara sepintas pada bagian-bagian tertentu saja. Tujuannya adalah mendapatkan gambaran umum mengenai bacaan tersebut.
Bagian-bagian yang perlu diperhatikan adalah :
  • paragraph awal, paragraph akhir dan juga beberapa paragraph ditengah
  • bagian daftar isi, gambar-gambar, table dan grafik yang memiliki gambaran umum mengenai bacaan tersebut
  • soal-soal yang mungkin terdapat dalam bacaan tersebut
membuat pertanyaan. Pertanyaan-pertanyaan ini biasanya akan timbul pada saat kita melakukan survey. Jika tidak tedapat pertanyaan, usahakan cari apa yang tidak kita mengerti, minimal ada sebuah kata yang kita tidak tahu artinya dan beri tanda pada bagian-bagian yang tidak dimengerti tersebut.
Membaca, merupakan langkah dominan dalam metode ini. Membaca disini sebagai langkah untuk mencari jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang timbul dalam proses survey. Baca dengan teliti dan seksama paragraph demi paragraph, bagian demi bagian untuk menangkap pokok-pokok pikiran dari tiap bagian. Usahakan jangan pindah bagian jika kita belum mengerti dan memahami bagian tersebut.
Evaluasi. Merupakan langkah dimana terdapat pertanyaan apakah kita sudah menguasai bahan ? Yakinkan bahwa kita sudah memahami bahan bacaan tersebut. Jika belum, coba cari apa yang anda tidak mengerti dan temukan jawabannya.
Meninjau ulang. Merupakan langkah terakhir kita dalam membaca kritis. Cobalah kita tutup dulu bukunya, kemudian pikirkan apa yang sudah didapat dari bacaan tersebut. Tuliskan hasil pikiran tersebut dalam secarik kertas, dan bandingkan dengan apa yang terdapat pada buku bacaan.

Konsep Belajar Cepat dan Menyenangkan

Salah satu konsep belajar cepat yang bagus dan tentunya juga
menyenangkan adalah konsep MASTER yang terdapat dalam buku Accelerated
Learning for the 21st Century. Istilah MASTER di sini adalah singkatan
dari Motivating your mind, Acquiring the information, Searching out
the meaning, Triggering the memory, Exhibiting what you know, dan
Reflecting what you've learned.

Mau tau secara detailnya, simak penjelasannya berikut ini:

1. Motivating your mind (memotivasi pikiran)

Langkah pertama dalam belajar cepat adalah motivasi. Ini penting
sekali. Berapa banyak orang yang berusaha untuk belajar tanpa
motivasi? Mereka menganggap belajar sebagai suatu bentuk
"penderitaan". Dengan sikap seperti ini bisa dibilang secara bawah
sadar otak akan menolak informasi yang masuk karena dianggap negatif!
Jelas saja kita jadi sangat sulit belajar. Bandingkan dengan orang
yang termotivasi, yang menganggap belajar itu seru dan mengasyikkan.
Secara bawah sadar otak akan dengan senang hati mempersilakan
informasi untuk masuk.

2. Acquiring the information (memperoleh informasi)

Ada tiga gaya belajar utama, yaitu visual (melalui penglihatan),
auditori (melalui pendengaran), dan kinestetik (melalui tindakan).
Kita akan lebih cepat menangkap informasi kalau kita belajar sesuai
dengan gaya belajar kita. Oleh karenanya kita perlu mengenali gaya
belajar yang cocok untuk kita lalu mempraktekkannya. Hasilnya kita
akan lebih cepat menangkap informasi.

3. Searching out the meaning (menyelidiki makna)

Sekedar membiarkan informasi masuk sama sekali tidak cukup. Kita harus
berusaha untuk mendapatkan makna dari informasi itu. Ini sama seperti
mencerna informasi yang masuk sampai memahami hakikatnya luar dalam.
Jadi bukan hanya menghafalkan fakta, tapi terus maju sampai memahami
konteksnya dan penerapannya untuk hal-hal lain. Berapa banyak orang
yang hanya berusaha menghafal fakta tanpa memahami maknanya ?

4. Triggering the memory (memicu memori)

Memahami makna merupakan hal yang sangat penting, tapi kita juga harus
mampu mengingat fakta. Banyak orang yang punya daya ingat luar biasa.
Contohnya ada orang Jepang yang menghafalkan angka pi sampai ribuan
angka di belakang koma ! Ck…ck… (biasanya kita hanya hafal dua angka
yaitu "14″ dari "3.14″). Ada banyak teknik yang bisa memudahkan kita
mengingat fakta. Singkatan seperti "MASTER" merupakan salah satunya.
Akan jauh lebih mudah untuk mengingat enam langkah Accelerated
Learning kalau kita memakai singkatan "MASTER".

5. Exhibiting what you know (memamerkan apa yang anda ketahui)

Memamerkan di sini bukan berarti sok tahu. Yang dimaksud adalah kita
harus berusaha membagikan ilmu kita ke orang lain. Saat membagikan
ilmu ke orang lain kita justru akan mendapatkan lebih banyak lagi!
Misalnya seorang guru kadang lebih cepat paham dan menguasai materi
pelajarannya tentang materi pelajarannya setelah dia mengajarkannya
pada murid-muridnya.

6. Reflecting what you've learned (merefleksikan bagaimana Anda belajar)

Nah, inilah langkah terakhir dalam konsep MASTER. Kita mesti
mengevaluasi cara belajar kita. Mengapa? Sebab setiap orang punya cara
belajar yang unik yang berbeda dengan orang lain. Kita mesti
mengembangkan gaya belajar pribadi yang paling cocok dengan kita. Dan
ini tentu tidak bisa dicapai dalam waktu semalam. Kita harus mencoba,
mengevaluasi, memperbaiki apa yang kurang, lalu mencoba lagi, dan
seterusnya. Dengan terus mengevaluasi perlahan-lahan gaya belajar kita
akan semakin tajam dan cocok dengan kita.

Begitulah enam langkah konsep MASTER. Sebenarnya belajar itu memang
menyenangkan, hanya cara pandang dan cara belajar kita saja yang
selama ini perlu kita pernaiki. Selamat mencoba! Dan temukan
kesenangan belajarmu!

Sumber: http://www.mail-archive.com/referensi_maya@yahoogroups.com/msg01309.html