Pages

Tampilkan postingan dengan label Media Pembelajaran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Media Pembelajaran. Tampilkan semua postingan

Poster Sebagai Media Pendidikan Karakter

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
            Minimnya pendidikan karakter begitu kita rasakan di negeri ini. Terlebih hal ini tercermin di kalangan pelajar berupa moral yang sangat memprihatinkan. Perilaku melanggar etika dan hukum baik yang ringan sampai yang berat kerap diperlihatkan oleh kaum pelajar. Kebiasaan buruk mencontek saat ulangan maupun ujian masih sering dilakukan. Kemalasan karena tidak mau bekerja keras dan hanya menginginkan cara yang mudah menyebabkan perilaku-perilaku tidak beretika.
            Hal lain yang menggejala di kalangan pelajar yakni berbentuk kenakalan remaja. Salah satu di antaranya yaitu tawuran pelajar. Di beberapa kota besar hal semacam ini justru menjadi suatu tradisi. Kemudian minimnya karakter pada diri anak terlihat pula ketika pergaulan bebas masih banyak terjadi pada kalangan pelajar. Penggunaan narkotika, miras, pemalakan, dan lain sebagainya masih belum dapat terelakkan.
            Salah satu cara untuk meningkatkan pendidikan karakter yaitu melalui media. Terutama media visual berupa poster. Poster telah banyak dimanfaatkan sebagai media pembelajaran. Dengan segala kelebihannya, poster mampu menarik perhatian bahkan membangkitkan orang yang melihatnya. Pemilihan poster yang baik untuk pendidikan karakter akan sangat membantu sekali dalam meminimalisir kekeringan karakter di kalangan pelajar.

B. Rumusan Masalah
            1. Apakah yang dimaksud poster dan juga pendidikan karakter?
            2. Bagaimanakah kegunaan poster untuk media pendidikan karakter?
3. Bagaimanakah kriteria dan teknik pemilihan poster yang baik sebagai
    media pendidikan karakter?
4. Bagaimanakah kelebihan dan kelemahan poster untuk media pendidikan
    karakter?

C. Tujuan
            1. Mengetahui apa yang dimaksud poster dan juga pendidikan karakter.
            2. Memahami kegunaan poster sebagai media pendidikan karakter.
            3. Memahami kriteria dan teknik pemilihan poster yang baik sebagai media
               pendidikan karakter.
            4. Mengetahui kelebihan dan kelemahan poster sebagai media pendidikan
               karakter.

  

BAB II
PEMBAHASAN
Pegertian Poster.
Poster secara umum adalah salah satu media yang terdiri dari lambang kata atau simbol yang sangat sederhana, dan pada umumnya mengandung anjuran atau larangan. Sedangkan menurut Sudjana dan Rivai poster adalah sebagai kombinasi visual dari rancangan yang kuat, dengan warna, dan pesan dengan maksud untuk menangkap perhatian orang yang lewat tetapi cukup lama menanamkan gagasan yang berarti di dalam ingatannya. Dapat dikatakan Poster atau plakat adalah karya seni atau desain grafis yang memuat komposisi gambar dan huruf di atas kertas berukuran besar. Dapat dikatakan bahwa Poster merupakan gambar besar yang berisikan saran dan pesan.
Dalam dunia pendidikan yang dimaksud dengan poster pembelajaran ialah media yang terdiri dari lambang-lambang atau symbol tertentu yang didesain guna menyampaikan suatu pesan atau informasi dan mempengaruhi peserta didik sesuai dengan tujuan pembelajaran.
Sedangkan ciri-ciri poster yaitu (a) Berupa suatu lukisan atau gambar. (b) Menyampaikan suatu pesan atau ide tertentu. (c) Memberikan kesan yang kuat dan menarik perhatian. (d) Antara lukisan/gambar dan tulisan/caption merupakan satu kesatuan pesan.

Pendidikan Karakter
Pendidikan karakter adalah suatu sistem penanaman nilai-nilai karakter kepada warga sekolah yang meliputi komponen pengetahuan, kesadaran atau kemauan, dan tindakan untuk melaksanakan nilai-nilai tersebut.

Pentingnya Pendidikan Karakter
Apabila kita cermati bersama, bahwa desain pendidikan yang mengacu pada pembebasan, penyadaran dan kreativitas sesungguhnya sejak masa kemerdekaan sudah digagas oleh para pendidik kita, seperti Ki Hajar Dewantara, KH. Ahmad Dahlan, Prof. HA. Mukti Ali, Ki Hajar Dewantara misalnya, mengajarkan praktek pendidikan yang mengusung kompetensi/kodrat alam anak didik, bukan dengan perintah paksaan, tetapi dengan "tuntunan" bukan "tontonan". Sangat jelas cara mendidik seperti ini dikenal dengan pendekatan "among"' yang lebih menyentuh langsung pada tataran etika, perilaku yang tidak terlepas dengan karakter atau watak seseorang. KH. Ahmad Dahlan berusaha "mengadaptasi" pendidikan modern Barat sejauh untuk kemajuan umat Islam, sedangkan Mukti Ali mendesain integrasi kurikulum dengan penambahan berbagai ilmu pengetahuan dan keterampilan. Namun mengapa dunia pendidikan kita yang masih berkutat dengan problem internalnya, seperti penyakit dikotomi, profesionalitas pendidiknya, sistem pendidikan yang masih lemah, perilaku pendidiknya dan lain sebagainya.
Membuat pendidikan karakter bagian dari filosofi, tujuan atau pernyataan misi dengan mengadopsi kebijakan formal. Oleh karena itu, membangun karakter dan watak bangsa melalui pendidikan mutlak diperlukan, bahkan tidak bisa ditunda, mulai dari lingklingan rumah tangga, sekolah dan masyarakat. Sehingga ke depan bangsa kita lebih beradab, maju, sejahtera kini, esok dan selamanya.

Kegunaan Poster Sebagai Media dalam Pendidikan Karakter
Poster memiliki kekuatan dramatik yang begitu tinggi memikat dan menarik perhatian. Banyak iklan menggunakan teknik-teknik poster dalam menarik perhatian demi kepentingan produksinya.  Poster dapat menarik perhatian karena uraian yang memadai karena kejiwaan dan merangsang untuk dihayati. Hal yang tidak pantas dalam poster ialah penggunaan ilustrasi yang sangat dramatik.
Dari apa yang telah diutarakan tentang poster, hendaknya guru menggunakan poster-poster di dalam atau luar kelas sebagai berikut:

a. Untuk motivasi
Penggunaan poster dalam pengajaran sebagai pendorong atau motivasi dalam pendidikan karakter siswa. Diskusi dapat dilakukan setelah diperlihatkan sebuah poster berkenaan dengan bahan pengajaran. Misalnya diperlihatkan mengenai poster kejujuran, lalu adakan diskusi mengapa kajujuran diperlukan di indonesia. Di pihak lain poster dapat digunakan untuk merangsang anak untuk mempelajari lebih jauh atau ingin lebih tahu hakikat  dari pesan yang disampaikan melalui poster tersebut.
b. Sebagai peringatan
Penggunaan poster yang kedua, diartikan sebagai suatu peringatan atau menyadarkan. Poster bisa menyadarkan setiap anak sekolah dasar bahwa mencontek itu tidak baik, hormat terhadap guru itu wajib, dan lain-lain.
            Pesan melalui poster yang tepat, akan membantu menyadarkan siswa, sehingga diharapkan berubah perilakunya dalam prakti sehari-hari seginga menjadi kebiasaan. Upaya menyadarkan atau memperingati manusia sangat penting sebab adanya kemampuan daya ingat manusia untuk terbiasa dan bersifat tak mempedulikan lingkungannya.
c. Pengalaman yang kreatif
Sebagai alat bantu mengajar poster memberi kemungkinan belajar kreatif dan partisipasi. Kehadiran poster dalam proses belajar mengajar memberi kesempatan kepada siswa untuk melukiskan tentang apa-apa yang dipelajari mereka. Dengan perkataan lain, poster memberikan pengalaman baru sehingga menumbuhkan kreativitas siswa dalam belajarnya.

Penggunaan Poster dalam Pendidikan Karakter
Menggunakan poster untuk pedidikan karakter dapat dilakukan dengan dua cara yaitu:
1. Digunakan sebagai bagian dari kegiatan belajar mengajar.
Dalam hal ini poster digunakan saat guru menerangkan sebuh materi kepada siswa, begitu halnya siswa dalam mempelajari materi menggunakan poster yang disediakan oleh guru. Poster yang digunakan ini harus relevan dengan tujuan dan materi. Poster disediakan guru baik dengan cara membuat sendiri maupun dengan cara membeli / menggunakan yang sudah ada. Dalam penggunannya poster di pasang di tengah kelas pada saat dibutuhkan dan ditanggalkan lagi setelah pembelajaran selesai. Misalnya guru membelajarkan siswa tentang pentingnya buang sampah pada tempatnya. Kemudian guru memasang sebuah poster tentang akibat membuang sampah sembarangan. Guru menugaskan siswa untuk mengamati poster tersebut lalu kemudian siswa diperintahkan untuk berdiskusi tentang akibat membuang sampah sembarangan.
2. Digunakan di luar pembelajaran.
            Tujuannya untuk memotivasi siswa, sebagai peringatan, ajakan, propaganda atau ajakan untuk melakukan sesuatu yang postitif dan penanaman nilai-nilai sosial dan keagamanaan. Dalam hal ini poster tidak digunakan saat pembelajaran namun dipajang di dalam kelas atau di sekitar sekolah di tempat yang strategis agar terlihat dengan jelas oleh siswa. Misalnya ajakan untuk rajin menabung, mengingatkan untuk melaksanakan ibadah, tidak mencontek, dan lain-lain. Perbedaan antara poster yang digunakan dalam pembelajaran dan di luar pembelajaran tidak memiliki perbedaan yang mendasar. Perbedaannya hanya pada penyimpanan, dan tema-tema yang dipilih, untuk poster pembelajaran biasanya mengangkat tema-tema yang spesifik sesuai dengan kurikulum, sedangkan poster untuk pajangan biasanya menggunakan tema-tema umum dan universal sehingga tidak lapuk oleh zaman. Kedua jenis poster tersebut jika dilihat dari teknik dan prinsip-prinsip pembuatannya sama, tidak memiliki perbedaan.

Kriteria Poster Pendidikan Karakter yang Baik
Poster pembelajaran dalam dunia pendidikan cukup memiliki peran yang sangat penting saat proses pembelajaran. Dalam hal ini agar poster pembelajaran digunakan secara efektif maka kita perlu tahu mengenai kriteria poster pembelajaran yang tersebut.
Poster tidak hanya penting untuk menyampaikan kesan-kesan tertentu tetapi dia mampu pula untuk mempengaruhi dan memotivasi tingkah laku orang yang melihatnya.
Kriteria poster yang baik menurut Dwi Joko hendaklah:
1. Sederhana
Dalam hal ini yang dimaksud sederhana itu adalah poster ditampilkan tidak banyak tulisan, dan ringkas dibatasi hal-hal yang penting saja. Akan tetapi antara gambar dan tulisan harus punya maksud yang berkesinambungan. Karena tujuan dari pembuatan poster itu sendiri supaya yang melihat tahu maksud pesan yang disampaikan poster tersebut dan pesan dengan maksud untuk menangkap perhatian orang yang lewat tetapi cukup lama menanamkan gagasan yang berarti di dalam ingatannya.
2. Menyajikan satu ide dan untuk mencapai suatu tujuan yang pokok
Tujuan dari penyampaian pesan dalan poster tersebut harus jelas dan fokus sesuai gagasan yang telah dibuat. Jadi pesan yang disampaikan dalam poster tidak boleh melenceng dari tujuan semula.
3. Bewarna
Warna yang digunakan harus menarik perhatian yang melihatnya dan didesain sesuai keharmonisan antara gambar dan tulisan dalam poster tersebut. Karena ketepatan menentukan warna sangat berpengaruh dalam keindahan poster yang ditampilkan.
4. Slogannya ringkas dan jitu
Pemilihan kata yang digunakan harus singkat, padat, jelas, dan tidak bertele-tele sehingga penikmat poster cepat memahami apa maksud pesan yang disampaikan dari poster tersebut.
5. Tulisannya jelas
Tulisan yang dipakai adalah bentuk tulisan yang sederhana, mudah dibaca, dan komunikatif. Tulisan yang digunakan harus disesuaikan dengan tata letak poster itu sendiri. dalam pemilihan warna, tulisan (besar-kecilnya), background, serta gambar harus tepat agar tulisan yang ada di dalamnya bisa terbaca, jangan menimbulkan makna ambigu di dalamnya supaya tidak terjadi miss conception.
6. Motif dan desain bervariasi
Supaya dalam penyampainan poster tidak membosankan. Jadi poster harus didesain sekreatif mungkin agar selalu menarik bagi siapa yang melihatnya.
7. Tepat guna
Dalam hal ini tepat guna dimaksudkan sasaran yang dituju dalam pembuatan poster itu, yaitu untuk siapa poster itu ditujukan. Dalam pembelajaran poster ditujukan sesuai jenjangnya.


Teknik Pemilihan Poster dalam Pendidikan Karakter
1.    Mengacu pada tujuan pembelajaran
Tujuan pembelajaran merupakan acuan utama dalam membuat suatu media pembelajaran, dalam hal ini poster. Karena sebuah media pembelajaran harus sesuai dengan tujuan pembelajaran yang diinginkan.
2.    Memperhatikan materi atau isi pembelajaran
Materi atau isi pembelajaran harus diperhatikan karena inilah yang akan menjadi content dalam sebuah media pembelajaran. Agar tujuan pembelajaran yang diharapkan dapat terwujud.
3.    Memperhatikan strategi/metode pembelajaran yang digunakan
Strategi pembelajaran juga harus dipertimbangkan, karena ketidaksesuaian metode yang digunakan juga akan terpengaruh pada ketercapaian tujuan pembelajaran.
4.    Menganalisis peserta didik
Media pembelajaran harus memperhatikan peserta didik baik dari segi fisik (keberfungsian indra) untuk menggunakan media pembelajaran tersebut. Serta media harus memperhatikan tipe-tipe gaya belajar peserta didik.
5.    Mempertimbangkan fasilitas pendukung dan lingkungan sekitar
Selain mengacu pada pertimbangan di atas, faktor eksternal juga mempengaruhi tata cara menggunakan poster di dalam pembelajaran. Kita harus memperhatikan apakah poster yang akan kita gunakan dapat didukung oleh fasilitas yang ada di sekolah. Dan kita juga harus memperhatikan lingkungan sekitar, apakah media poster dianggap media asing atau familiar.

Kelebihan dan Kelemahan Poster Sebagai Media Pendidikan Karakter
Dalam penggunaan poster sebagai media pendidikan karakter tentu tak lepas dari kelebihan dan kekurangannya sebagaimana media-media pembelajaran yang lain.
1. Kelebihan
Adapun kelebihan dari poster sebagai media dalam pembelajaran adalah:
a. Memiliki kekuatan dramatik yang begitu tinggi sehingga memikat dan menarik perhatian.
b. Merangsang motivasi belajar.
Poster dapat merangsang anak untuk mempelajari lebih jauh dan atau ingin lebih tahu hakikat dari pesan yang disampaikan
c. Simple.
d. Memiliki makna yang luas
e. Dapat dinikmati secara individual dan klasikial
f. Dapat dipasang/ditempelkan di mana-mana. Sehingga memberi kesempatan kepada peserta didik untuk mempelajari dan mengingat kembali apa yang telah dipelajari.
g. Dapat menyarankan perubahan tingkah laku kepada peserta didik yang melihatnya.

2. Kelemahan
Adapun kelemahan yang terdapat pada penggunaan poster sebagai media pendidikan karakter adalah :
a. Sangat dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan orang yang melihatnya.
b.Karena tidak adanya penjelasan yang terinci, maka dapat menimbulkan interpretasi yang bermacam-macam dan mungkin merugikan.
c.Suatu poster akan banyak mengandung arti/makna bagi kalangan tertentu, tetapi dapat juga tidak menarik bagi kalangan yang lainnya.
d. Bila poster terpasang atau terpancang terlalu lama di suatu tempat, maka akan berkurang nilainya, bahkan akan membosankan orang yang melihatnya.


  
BAB III
PENUTUP

Kesimpulan
            Poster sebagai media pendidikan karakter sangat dibutuhkan. Selain untuk motivasi, peringatan, juga berfungsi sebagai pengalaman yang kreatif. Penggunaan poster sebagai media pendidikan karakter sendiri bisa digunakan sebagai bagian kegiatan belajar mengajar, juga di luar pembelajaran.
Kemudian untuk pemilihan poster sebagai media pendidikan karakter harus dipertimbangkan kriteria yang cocok dan teknik pemilihan yang benar. Terlepas dari itu, dalam pemilihan poster sebagai media pendidikan karakter hendaknya dapat menyikapi kelebihan dan kelemahan poster secara lebih bijaksana.

Saran
            Penulis berharap dengan dibuatnya makalah ini setidaknya memberi gambaran tentang poster sebagai media pendidikan karakter. Selanjutnya besar harapan penulis sekolah-sekolah di Indonesia dapat menggunakan poster dalam  pelaksanaan kegiatan pendidikan karakter bagi para siswanya.



DAFTAR PUSTAKA


http://www.i-berita.com/nasional/pendidikan-berkarakter.html
http://jamaludin270790.blogspot.com/2011/03/kegunaan-media-pendidikan-dalam-proses.html
http://www.tnial.mil.id/Majalah/Cakrawala/ArtikelCakrawala/tabid/125/articleType/ArticleView/articleId/200/Default.aspx
http://www.vantony.co.cc/2010/04/poster-pembelajaran.html
Sudjana, Dr. Nana dan Drs. Ahmad Rivai. 2010. Media Pengajaran. Bandung: Sinar   Baru Algesindo.

Naskah Audio

IDENTIFIKASI PROGRAM


01.     SERI PROGRAM                  :    AUDIO PEMBELAJARAN UNTUK ANAK-ANAK

02.     NOMOR PROGRAM             :    01

03.     TOPIK                              :    Pelajaran Moral untuk Anak

04.     JUDUL                              :    AKIBAT TIDAK MAU MENGALAH

05.     SASARAN                          :    Anak-anak PAUD

07.   KOMPETENSI DASAR AUDIO :    Menceritakan suatu peristiwa yang memuat pelajaran moral mengenai perbuatan baik.

08.   INDIKATOR MEDIA             :    Setelah mendengarkan kaset audio ini, anak-anak mampu berbuat baik kepada teman-temannya dan mau mengalah.

09.   MATERI POKOK                 :    Mau Mengalah kepada Teman.

10.   PENULIS NASKAH               :    Burhanuddin Anshory

11.   PENGKAJI MATERI              :    Drs. Robinson Situmorang, M.Pd

12.   PENGKAJI MEDIA               :    Drs. Djasmen Pandjaitan

13.   LAMA PUTAR                     :    + 20 menit

14.   PRODUKSI                        :    PUSTEKKOM DIKNAS

15.   SUMBER PUSTAKA              :    Sugiyanta, Oegi. 2000. Akibat Tidak Mau Mengalah. Yogyakarta: Adicita Karya Nusa.








16.   PEMAIN, MUSIK DAN SOUND EFFECT:          
No.
N a m a
Jenis Kelamin /
Usia
Karakter

1.

NARATOR

Wanita,

Ramah, bahasa anak-anak, familiar
2.
Bul Bul
Kambing Jantan
Berkuping panjang, berbulu hitam, kambing kacang yang bertanduk kuat
3.
Dompu
Kambing Jantan
Kambing domba, tanduknya meliuk, mirip tanduk banteng





No.
Musik
No.
Sound Effect

1.

TUNE PEMBUKA

1.

Suara aliran sungai yang sangat deras
2.
TRANSISI
2.
Suara pohon bambu dan pohon-pohonan
3.
PENGIRING
3.
Suara burung
4.
TUNE PENUTUP
4.
Suara jembatan bambu bergerak-gerak


5.
Suara katak

17.   SINOPSIS                         :     Dua ekor kambing (Bul Bul dan Dompu) sedang bertemu di sebuah jembatan yang sangat sempit. Jembatan itu menghubungkan dua tepian sungai yang lebar dan mengalir deras. Dua kambing itu sama-sama ingin menyeberang dari arah yang berlawanan. Akan tetapi keduanya sama-sama tidak mau mengalah, padahal jembatan itu hanya cukup untuk dilewati satu kambing saja.keduanya sama-sama tegang dan terlihat amarah. Terjadilah perebutan di jembatan tersebut.


18.   TREATMENT                   :    01.   MUSIK PEMBUKA
                                                02.   ANNC menjelaskan maksud tujuan program audio
                                                03.   MUSIK transisi
                                                04.   Narrator menjelaskan kompetensi yang diharapkan dari program audio.
                                                05.   FX suara aliran sungai yang sangat deras
                                                06.   Dialog antara Bul Bul dan Dompu yang baru berpapasan dan ingin melewati jembatan lebih dulu
                                                07.   Musik transisi
                                                08.   Sengketa antara Bul Bul dan Dompu yang keduanya telihat saling marah
09.     MUSIK PENUTUP

NASKAH AUDIO
AKIBAT TIDAK MAU MENGALAH

No.
Nama Pelaku/
Jenis Suara
Kalimat yang dibaca Pelaku dan Petunjuk untuk Sutradara/Penata Suara

01

MUSIK

TUNE  PEMBUKA PUSTEKKOM

02

ANNC

Inilah audio pembelajaran untuk anak-anak. Audio ini dikembangkan oleh Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan Departemen Pendidikan Nasional.

03

MUSIK

TUNE PEMBUKA LANJUTAN

04

ANNC

Selamat sore adik-adik semuanya, bagaimana kabar adik-adik semua? Baik adik-adik, pada sore hari ini kakak akan menyampaikan cerita yang menarik seperti pada sore biasanya. Nah, adik-adik penasaran kan? Nanti, kita akan mendengarkan suatu cerita yang berjudul “Akibat Tidak Mau Mengalah”. Makanya adik-adik menyimak dengan baik ya nanti.

05

MUSIK

TRANSISI

06










NARRATOR

Adik-adik semuanya, kakak kali ini akan menceritakan tentang kisah yang berjudul Akibat Tidak Mau Mengalah”. Setelah mendengar cerita ini diharapkan adik-adik terbiasa berbuat baik kepada teman-temannya dan mau mengalah. Hal ini sangat penting untuk adik-adik lakukan, agar adik-adik semuanya disayang teman-teman dan juga disayang orang tua. Pastinya adik-adik ingin kan punya teman yang banyak dan baik?




Adik-adik semuanya, dengarkan baik-baik cerita yang akan kakak sampaikan nanti. Mari adik-adik simak yuk..

07

MUSIK TRANSISI

FADE OUT

08

FX

SUARA ALIRAN SUNGAI YANG SANGAT DERAS

09
Narrator
Pada suatu hari, ada dua ekor kambing betemu di sebuah jembatan bambu. Jembatan itu menghubungkan dua tepian sungai yang lebar dan mengalir sangat deras.

10

FX
SUARA JEMBATAN BAMBU YANG BERGERAK-GERAK TERTIUP ANGIN..

11
Narrator
Kedua kambing itu tidak dapat berpapasan karena jembatanya kecil dan tidak terlalu lebar.

12
FX
SAURA KATAK YANG BERSAHUTAN DI PINGGIR SUNGAI.

13
Narrator
Bul Bul adalah nama kambing yang berkuping panjang. Bulunya hitam. Ia adalah seekor kambing kacang yang bertaduk sangat kuat.


14
FX
SUARA KAMBING

15
Narrator
Ia ingin melewati jembatan itu lebih dulu.

16
FX
Suara burung-burung yang terbang.

17
Narrator
Sedangkan kambig satunya berbulu domba. Namanya Dompu. Ia adalah seekor kambinng domba. Tanduknya meliuk mirip tanduk banteng.

18
FX
SUARA KAMBING MENGEMBEK

19
Narrator
Tidak berbeda dengan Bul Bul, hari itu Dompu juga tampak tegang. Ternyata ia juga ingin melewati jembatan itu lebih dulu.

20
FX
SUARA JEMBATAN BAMBU YANG BERGERAK-GERAK TERTIUP ANGIN.

21
Narrator (Bul Bul)
Hai Dompu! Ayo kamu mundur dulu! Aku mau lewat!

22
Narrator
Bagitu adik-adik, teriak Bul Bul dengan keras.

23
Narrator (Bul Bul)
Aku ada keperluan pentinng di luar sana!

24
Narrator (Dompu)
Tidak mau! Pokoknya aku mau lewat dulu!

25
Narrator
Bagitu adik-adik jawab Dompu dengan suara yang tidak kalah keras

26
Narrator (Dompu)
Aku juga ada keperluan yang harus kuselesaikan di seberang sana!

27
FX
SUARA JEMBATAN MAKIN RIUH TERTIUP INGIN

28
Narrator (Bul Bul)
O, jadi kamutidak mau mematuhi perintahku!

29
Narratator
Begitu adik-adik kata Bul Bul sambil memelototkan matanya.

30
Narrator (Dompu)
Tidak mau!

31
Narrator
Begitu kata Dompu dengan keras

32
FX
SUARA BURUNG-BURUNG BETERBANGAN


33
Narrator
Nah, Bul Bul pun mulai jengkel adik-adik semuannya. Ia mengibas-ngibaskan telingannya. Sementara Dompu mendengus keras dan menghentak-hentakkan kakinya.

34
FX
SUARA KAMBING DAN JEBATAN YANG BERGERAK-GERAK

35
Narrator (Bul Bul)
Berarti kamu menantangku berkelahi?

36
Narrator
Begitu kata Bul Bul sambil bersungut-sungut

37
Narrator (Dompu)
Siapa takut!

38
Narrator
Jawab Dompu dengan lantang

39
Narrator (Bul Bul)
Kamu akan menyesal Dompu!

40
Narrator (Dompu)
Kamu yang akan menyesal Bul!


41
Narrator
Nah adik-adik semua, mereka saling tidak mau mengalah rupanya

42
FX
SUARA JEMBATAN BAMBU YANG BERGERAK-GERAK TERTIUP ANGIN

43
Narrator (Bul Bul)
Ayo kita buktikan! Tanduk siapa yang lebih kuat!

44
Narrator
Bul Bul mulai ambil ancang-ancang. Nah, saat itu pun Dompu juga mulai pasang kuda-kuda.

45
Narrator (Dompu)
Yang kalah harus mundur!

46
Narrator (Bul Bul)
Siapa takut?

47
Narrator
Adik-adik semuanya, Bul Bul ternyata tidak mau kalah.

48
FX
SUARA BURUNG-BURUNG BETERBANGAN

49
Narrator
Ketika kaki Bul Bul bergerak, jembatan itu mulai bergoyang-goyang. Bahkan ada beberapa bambu yang patah akibat hentakan kaki Dompu.

50
FX
SUARA JEMBATAN YANG PATAH

51
Narrator
Tapi kedua kambing itu tidak peduli dengan keadaan jembatan yang akan mereka lewati. Dari arah yang berlawanan, Bul Bul dan Dompu bergerak maju dengan pandangan mata merah.

52
FX
SUARA KAMBING

53
Narrator
Sebentar kemudian, mereka sudah saling menyerang.

54
FX
SUARA TANDUK SALING BERTUMBUKAN

55
Narrator
Adik-adik semuanya, mereka ternyata saling menyerang, menyeruduk dengan taduk mereka.

56
FX
SUARA JEMBATAN YANG BERGERAK-GERAK KARENA DUA KAMBING SALING MENYERANG

57

FX
SUARA POHON-POHON BAMBU YANG TERKENA ANGIN

58
Narrator
Tak berapa lama kemudian, tubuh Bul Bul mulai babak belur. Begitu juga dengan tubuh Dompu. Akan tetapi keduanya tidak mau menyerah. Mereka saling dorong dan saling himpit. Suara tanduk mereka yang beradu terdengar semakin keras.

59
FX
SUARA KAMBING SALING MENYERUDUK SEMAKIN KERAS.

60
Narrator
Akibatnya, jembatan bergoyang keras ke atas dan ke bawah.

61
FX
SUARA JEMBATAN SEMAKIN RUSAK DAN BERGERAK-GERAK.

62
Narrator
Akan tetapi, Bul Bul dan Dompu seperti tidak menyadari keadaan itu. Mereka tetap saling menyerang.

63
FX
SUARA KAMBING DAN TANDUK YANG SALING MENYERUDUK.

64
Narrator
Lama-kelamaan, Bul Bul dan Dompu mulai kehilangan keseimbangan. Berkali-kali tubuh mereka oleng.

65
FX
SUARA KAMBING DAN JEMBATAN YANG SEMAKIN BERAYUN-AYUN

66
Narrator
Akhirnya Bul Bul dan Dompu jatuh ke sungai yang sedang mengalir sangat deras.

67
FX
SUARA KAMBING MERONTA

68
FX
SUARA KAMBING JATUH DI ALIRAN SUNGAI YANG SANGAT DERAS. BYURR! BYURR!

69
FX
SUARA KEDUA KAMBING YANG MERONTA DI ALIRAN SUNGAI

70
Narrator
Sungai itu tidak terlalu dalam. Namun, alirannya yang deras membuat keduanya hanyut. Mereka merasa kedinginan.

71
FX
SUARA POHON-POHON BAMBU YANG BERGERAK-GERAK DITIUP ANGIN.

72
Narrator (Bul Bul)
Maafkan aku Dompu

73
Narrator
Begitu sesal Bul Bul sambil berusaha menggapai pinggir sungai dengan susah payah.

74
Narrator (Dompu)
Aku juga minta maaf Bul


75
Narrator
Adik-adik semuanya, Dompu pun menyesali sikapnya tadi. Ia juga minta maaf kepada Bul Bul.

76
FX
SUARA ALIRAN SUNGAI YANG TERDENGAR SANGAT JELAS

77
Narrator (Bul Bul)
Mulai sekarang kita berteman saja ya Dompu, aku tidak akan egois lagi sama kamu

78
Narrator (Dompu)
Iya Bul, aku juga. Aku sangat menyesal yang tadi Bul.
79
Narrator
Nah, adik-adik semuanya, itulah akibatnya kalau kita tidak mau mengalah. Makanya mulai sekarang adik-adik harus berbaik hati kepada teman-temannya. Sekian dulu cerita ya adik-adik semuanya.

80

MUSIK

PENGIRING FADE OUT
81



82

MUSIK

TUNE PENUTUP

83

ANNC

Demikian tadi audio pebelajaran untuk anak-anak, Produksi Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan Departemen Pendidikan Nasional. Sampai jumpa pada program selanjutnya