Poster Sebagai Media Pendidikan Karakter

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
            Minimnya pendidikan karakter begitu kita rasakan di negeri ini. Terlebih hal ini tercermin di kalangan pelajar berupa moral yang sangat memprihatinkan. Perilaku melanggar etika dan hukum baik yang ringan sampai yang berat kerap diperlihatkan oleh kaum pelajar. Kebiasaan buruk mencontek saat ulangan maupun ujian masih sering dilakukan. Kemalasan karena tidak mau bekerja keras dan hanya menginginkan cara yang mudah menyebabkan perilaku-perilaku tidak beretika.
            Hal lain yang menggejala di kalangan pelajar yakni berbentuk kenakalan remaja. Salah satu di antaranya yaitu tawuran pelajar. Di beberapa kota besar hal semacam ini justru menjadi suatu tradisi. Kemudian minimnya karakter pada diri anak terlihat pula ketika pergaulan bebas masih banyak terjadi pada kalangan pelajar. Penggunaan narkotika, miras, pemalakan, dan lain sebagainya masih belum dapat terelakkan.
            Salah satu cara untuk meningkatkan pendidikan karakter yaitu melalui media. Terutama media visual berupa poster. Poster telah banyak dimanfaatkan sebagai media pembelajaran. Dengan segala kelebihannya, poster mampu menarik perhatian bahkan membangkitkan orang yang melihatnya. Pemilihan poster yang baik untuk pendidikan karakter akan sangat membantu sekali dalam meminimalisir kekeringan karakter di kalangan pelajar.

B. Rumusan Masalah
            1. Apakah yang dimaksud poster dan juga pendidikan karakter?
            2. Bagaimanakah kegunaan poster untuk media pendidikan karakter?
3. Bagaimanakah kriteria dan teknik pemilihan poster yang baik sebagai
    media pendidikan karakter?
4. Bagaimanakah kelebihan dan kelemahan poster untuk media pendidikan
    karakter?

C. Tujuan
            1. Mengetahui apa yang dimaksud poster dan juga pendidikan karakter.
            2. Memahami kegunaan poster sebagai media pendidikan karakter.
            3. Memahami kriteria dan teknik pemilihan poster yang baik sebagai media
               pendidikan karakter.
            4. Mengetahui kelebihan dan kelemahan poster sebagai media pendidikan
               karakter.

  

BAB II
PEMBAHASAN
Pegertian Poster.
Poster secara umum adalah salah satu media yang terdiri dari lambang kata atau simbol yang sangat sederhana, dan pada umumnya mengandung anjuran atau larangan. Sedangkan menurut Sudjana dan Rivai poster adalah sebagai kombinasi visual dari rancangan yang kuat, dengan warna, dan pesan dengan maksud untuk menangkap perhatian orang yang lewat tetapi cukup lama menanamkan gagasan yang berarti di dalam ingatannya. Dapat dikatakan Poster atau plakat adalah karya seni atau desain grafis yang memuat komposisi gambar dan huruf di atas kertas berukuran besar. Dapat dikatakan bahwa Poster merupakan gambar besar yang berisikan saran dan pesan.
Dalam dunia pendidikan yang dimaksud dengan poster pembelajaran ialah media yang terdiri dari lambang-lambang atau symbol tertentu yang didesain guna menyampaikan suatu pesan atau informasi dan mempengaruhi peserta didik sesuai dengan tujuan pembelajaran.
Sedangkan ciri-ciri poster yaitu (a) Berupa suatu lukisan atau gambar. (b) Menyampaikan suatu pesan atau ide tertentu. (c) Memberikan kesan yang kuat dan menarik perhatian. (d) Antara lukisan/gambar dan tulisan/caption merupakan satu kesatuan pesan.

Pendidikan Karakter
Pendidikan karakter adalah suatu sistem penanaman nilai-nilai karakter kepada warga sekolah yang meliputi komponen pengetahuan, kesadaran atau kemauan, dan tindakan untuk melaksanakan nilai-nilai tersebut.

Pentingnya Pendidikan Karakter
Apabila kita cermati bersama, bahwa desain pendidikan yang mengacu pada pembebasan, penyadaran dan kreativitas sesungguhnya sejak masa kemerdekaan sudah digagas oleh para pendidik kita, seperti Ki Hajar Dewantara, KH. Ahmad Dahlan, Prof. HA. Mukti Ali, Ki Hajar Dewantara misalnya, mengajarkan praktek pendidikan yang mengusung kompetensi/kodrat alam anak didik, bukan dengan perintah paksaan, tetapi dengan "tuntunan" bukan "tontonan". Sangat jelas cara mendidik seperti ini dikenal dengan pendekatan "among"' yang lebih menyentuh langsung pada tataran etika, perilaku yang tidak terlepas dengan karakter atau watak seseorang. KH. Ahmad Dahlan berusaha "mengadaptasi" pendidikan modern Barat sejauh untuk kemajuan umat Islam, sedangkan Mukti Ali mendesain integrasi kurikulum dengan penambahan berbagai ilmu pengetahuan dan keterampilan. Namun mengapa dunia pendidikan kita yang masih berkutat dengan problem internalnya, seperti penyakit dikotomi, profesionalitas pendidiknya, sistem pendidikan yang masih lemah, perilaku pendidiknya dan lain sebagainya.
Membuat pendidikan karakter bagian dari filosofi, tujuan atau pernyataan misi dengan mengadopsi kebijakan formal. Oleh karena itu, membangun karakter dan watak bangsa melalui pendidikan mutlak diperlukan, bahkan tidak bisa ditunda, mulai dari lingklingan rumah tangga, sekolah dan masyarakat. Sehingga ke depan bangsa kita lebih beradab, maju, sejahtera kini, esok dan selamanya.

Kegunaan Poster Sebagai Media dalam Pendidikan Karakter
Poster memiliki kekuatan dramatik yang begitu tinggi memikat dan menarik perhatian. Banyak iklan menggunakan teknik-teknik poster dalam menarik perhatian demi kepentingan produksinya.  Poster dapat menarik perhatian karena uraian yang memadai karena kejiwaan dan merangsang untuk dihayati. Hal yang tidak pantas dalam poster ialah penggunaan ilustrasi yang sangat dramatik.
Dari apa yang telah diutarakan tentang poster, hendaknya guru menggunakan poster-poster di dalam atau luar kelas sebagai berikut:

a. Untuk motivasi
Penggunaan poster dalam pengajaran sebagai pendorong atau motivasi dalam pendidikan karakter siswa. Diskusi dapat dilakukan setelah diperlihatkan sebuah poster berkenaan dengan bahan pengajaran. Misalnya diperlihatkan mengenai poster kejujuran, lalu adakan diskusi mengapa kajujuran diperlukan di indonesia. Di pihak lain poster dapat digunakan untuk merangsang anak untuk mempelajari lebih jauh atau ingin lebih tahu hakikat  dari pesan yang disampaikan melalui poster tersebut.
b. Sebagai peringatan
Penggunaan poster yang kedua, diartikan sebagai suatu peringatan atau menyadarkan. Poster bisa menyadarkan setiap anak sekolah dasar bahwa mencontek itu tidak baik, hormat terhadap guru itu wajib, dan lain-lain.
            Pesan melalui poster yang tepat, akan membantu menyadarkan siswa, sehingga diharapkan berubah perilakunya dalam prakti sehari-hari seginga menjadi kebiasaan. Upaya menyadarkan atau memperingati manusia sangat penting sebab adanya kemampuan daya ingat manusia untuk terbiasa dan bersifat tak mempedulikan lingkungannya.
c. Pengalaman yang kreatif
Sebagai alat bantu mengajar poster memberi kemungkinan belajar kreatif dan partisipasi. Kehadiran poster dalam proses belajar mengajar memberi kesempatan kepada siswa untuk melukiskan tentang apa-apa yang dipelajari mereka. Dengan perkataan lain, poster memberikan pengalaman baru sehingga menumbuhkan kreativitas siswa dalam belajarnya.

Penggunaan Poster dalam Pendidikan Karakter
Menggunakan poster untuk pedidikan karakter dapat dilakukan dengan dua cara yaitu:
1. Digunakan sebagai bagian dari kegiatan belajar mengajar.
Dalam hal ini poster digunakan saat guru menerangkan sebuh materi kepada siswa, begitu halnya siswa dalam mempelajari materi menggunakan poster yang disediakan oleh guru. Poster yang digunakan ini harus relevan dengan tujuan dan materi. Poster disediakan guru baik dengan cara membuat sendiri maupun dengan cara membeli / menggunakan yang sudah ada. Dalam penggunannya poster di pasang di tengah kelas pada saat dibutuhkan dan ditanggalkan lagi setelah pembelajaran selesai. Misalnya guru membelajarkan siswa tentang pentingnya buang sampah pada tempatnya. Kemudian guru memasang sebuah poster tentang akibat membuang sampah sembarangan. Guru menugaskan siswa untuk mengamati poster tersebut lalu kemudian siswa diperintahkan untuk berdiskusi tentang akibat membuang sampah sembarangan.
2. Digunakan di luar pembelajaran.
            Tujuannya untuk memotivasi siswa, sebagai peringatan, ajakan, propaganda atau ajakan untuk melakukan sesuatu yang postitif dan penanaman nilai-nilai sosial dan keagamanaan. Dalam hal ini poster tidak digunakan saat pembelajaran namun dipajang di dalam kelas atau di sekitar sekolah di tempat yang strategis agar terlihat dengan jelas oleh siswa. Misalnya ajakan untuk rajin menabung, mengingatkan untuk melaksanakan ibadah, tidak mencontek, dan lain-lain. Perbedaan antara poster yang digunakan dalam pembelajaran dan di luar pembelajaran tidak memiliki perbedaan yang mendasar. Perbedaannya hanya pada penyimpanan, dan tema-tema yang dipilih, untuk poster pembelajaran biasanya mengangkat tema-tema yang spesifik sesuai dengan kurikulum, sedangkan poster untuk pajangan biasanya menggunakan tema-tema umum dan universal sehingga tidak lapuk oleh zaman. Kedua jenis poster tersebut jika dilihat dari teknik dan prinsip-prinsip pembuatannya sama, tidak memiliki perbedaan.

Kriteria Poster Pendidikan Karakter yang Baik
Poster pembelajaran dalam dunia pendidikan cukup memiliki peran yang sangat penting saat proses pembelajaran. Dalam hal ini agar poster pembelajaran digunakan secara efektif maka kita perlu tahu mengenai kriteria poster pembelajaran yang tersebut.
Poster tidak hanya penting untuk menyampaikan kesan-kesan tertentu tetapi dia mampu pula untuk mempengaruhi dan memotivasi tingkah laku orang yang melihatnya.
Kriteria poster yang baik menurut Dwi Joko hendaklah:
1. Sederhana
Dalam hal ini yang dimaksud sederhana itu adalah poster ditampilkan tidak banyak tulisan, dan ringkas dibatasi hal-hal yang penting saja. Akan tetapi antara gambar dan tulisan harus punya maksud yang berkesinambungan. Karena tujuan dari pembuatan poster itu sendiri supaya yang melihat tahu maksud pesan yang disampaikan poster tersebut dan pesan dengan maksud untuk menangkap perhatian orang yang lewat tetapi cukup lama menanamkan gagasan yang berarti di dalam ingatannya.
2. Menyajikan satu ide dan untuk mencapai suatu tujuan yang pokok
Tujuan dari penyampaian pesan dalan poster tersebut harus jelas dan fokus sesuai gagasan yang telah dibuat. Jadi pesan yang disampaikan dalam poster tidak boleh melenceng dari tujuan semula.
3. Bewarna
Warna yang digunakan harus menarik perhatian yang melihatnya dan didesain sesuai keharmonisan antara gambar dan tulisan dalam poster tersebut. Karena ketepatan menentukan warna sangat berpengaruh dalam keindahan poster yang ditampilkan.
4. Slogannya ringkas dan jitu
Pemilihan kata yang digunakan harus singkat, padat, jelas, dan tidak bertele-tele sehingga penikmat poster cepat memahami apa maksud pesan yang disampaikan dari poster tersebut.
5. Tulisannya jelas
Tulisan yang dipakai adalah bentuk tulisan yang sederhana, mudah dibaca, dan komunikatif. Tulisan yang digunakan harus disesuaikan dengan tata letak poster itu sendiri. dalam pemilihan warna, tulisan (besar-kecilnya), background, serta gambar harus tepat agar tulisan yang ada di dalamnya bisa terbaca, jangan menimbulkan makna ambigu di dalamnya supaya tidak terjadi miss conception.
6. Motif dan desain bervariasi
Supaya dalam penyampainan poster tidak membosankan. Jadi poster harus didesain sekreatif mungkin agar selalu menarik bagi siapa yang melihatnya.
7. Tepat guna
Dalam hal ini tepat guna dimaksudkan sasaran yang dituju dalam pembuatan poster itu, yaitu untuk siapa poster itu ditujukan. Dalam pembelajaran poster ditujukan sesuai jenjangnya.


Teknik Pemilihan Poster dalam Pendidikan Karakter
1.    Mengacu pada tujuan pembelajaran
Tujuan pembelajaran merupakan acuan utama dalam membuat suatu media pembelajaran, dalam hal ini poster. Karena sebuah media pembelajaran harus sesuai dengan tujuan pembelajaran yang diinginkan.
2.    Memperhatikan materi atau isi pembelajaran
Materi atau isi pembelajaran harus diperhatikan karena inilah yang akan menjadi content dalam sebuah media pembelajaran. Agar tujuan pembelajaran yang diharapkan dapat terwujud.
3.    Memperhatikan strategi/metode pembelajaran yang digunakan
Strategi pembelajaran juga harus dipertimbangkan, karena ketidaksesuaian metode yang digunakan juga akan terpengaruh pada ketercapaian tujuan pembelajaran.
4.    Menganalisis peserta didik
Media pembelajaran harus memperhatikan peserta didik baik dari segi fisik (keberfungsian indra) untuk menggunakan media pembelajaran tersebut. Serta media harus memperhatikan tipe-tipe gaya belajar peserta didik.
5.    Mempertimbangkan fasilitas pendukung dan lingkungan sekitar
Selain mengacu pada pertimbangan di atas, faktor eksternal juga mempengaruhi tata cara menggunakan poster di dalam pembelajaran. Kita harus memperhatikan apakah poster yang akan kita gunakan dapat didukung oleh fasilitas yang ada di sekolah. Dan kita juga harus memperhatikan lingkungan sekitar, apakah media poster dianggap media asing atau familiar.

Kelebihan dan Kelemahan Poster Sebagai Media Pendidikan Karakter
Dalam penggunaan poster sebagai media pendidikan karakter tentu tak lepas dari kelebihan dan kekurangannya sebagaimana media-media pembelajaran yang lain.
1. Kelebihan
Adapun kelebihan dari poster sebagai media dalam pembelajaran adalah:
a. Memiliki kekuatan dramatik yang begitu tinggi sehingga memikat dan menarik perhatian.
b. Merangsang motivasi belajar.
Poster dapat merangsang anak untuk mempelajari lebih jauh dan atau ingin lebih tahu hakikat dari pesan yang disampaikan
c. Simple.
d. Memiliki makna yang luas
e. Dapat dinikmati secara individual dan klasikial
f. Dapat dipasang/ditempelkan di mana-mana. Sehingga memberi kesempatan kepada peserta didik untuk mempelajari dan mengingat kembali apa yang telah dipelajari.
g. Dapat menyarankan perubahan tingkah laku kepada peserta didik yang melihatnya.

2. Kelemahan
Adapun kelemahan yang terdapat pada penggunaan poster sebagai media pendidikan karakter adalah :
a. Sangat dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan orang yang melihatnya.
b.Karena tidak adanya penjelasan yang terinci, maka dapat menimbulkan interpretasi yang bermacam-macam dan mungkin merugikan.
c.Suatu poster akan banyak mengandung arti/makna bagi kalangan tertentu, tetapi dapat juga tidak menarik bagi kalangan yang lainnya.
d. Bila poster terpasang atau terpancang terlalu lama di suatu tempat, maka akan berkurang nilainya, bahkan akan membosankan orang yang melihatnya.


  
BAB III
PENUTUP

Kesimpulan
            Poster sebagai media pendidikan karakter sangat dibutuhkan. Selain untuk motivasi, peringatan, juga berfungsi sebagai pengalaman yang kreatif. Penggunaan poster sebagai media pendidikan karakter sendiri bisa digunakan sebagai bagian kegiatan belajar mengajar, juga di luar pembelajaran.
Kemudian untuk pemilihan poster sebagai media pendidikan karakter harus dipertimbangkan kriteria yang cocok dan teknik pemilihan yang benar. Terlepas dari itu, dalam pemilihan poster sebagai media pendidikan karakter hendaknya dapat menyikapi kelebihan dan kelemahan poster secara lebih bijaksana.

Saran
            Penulis berharap dengan dibuatnya makalah ini setidaknya memberi gambaran tentang poster sebagai media pendidikan karakter. Selanjutnya besar harapan penulis sekolah-sekolah di Indonesia dapat menggunakan poster dalam  pelaksanaan kegiatan pendidikan karakter bagi para siswanya.



DAFTAR PUSTAKA


http://www.i-berita.com/nasional/pendidikan-berkarakter.html
http://jamaludin270790.blogspot.com/2011/03/kegunaan-media-pendidikan-dalam-proses.html
http://www.tnial.mil.id/Majalah/Cakrawala/ArtikelCakrawala/tabid/125/articleType/ArticleView/articleId/200/Default.aspx
http://www.vantony.co.cc/2010/04/poster-pembelajaran.html
Sudjana, Dr. Nana dan Drs. Ahmad Rivai. 2010. Media Pengajaran. Bandung: Sinar   Baru Algesindo.